Friday, September 28, 2012

Super



Kategori : Film
Judul : Super (2010)
Sutradara : James Gunn

Film ini menurut saya masuk ke kategori black comedy. Bercerita tentang Frank (Rainn Wilson) yang sejak kecil hidupnya selalu tertindas, yang pada akhirnya dia berhasil menikahi seorang wanita yang benar-benar dia cintai (Liv Tyler), tapi kemudian ditinggal lagi.

Cerita berlanjut ketika Frank terinspirasi untuk menjadi superhero karena menonton sebuah acara televisi. Lalu dia mencari inspirasi lebih dalam dengan cara membeli komik-komik superhero tanpa power. Di toko komik itulah dia bertemu dengan Libby (Ellen Page), dan kemudian cerita mengalir, sampai akhirnya muncullah Crimson Bolt, seorang superhero. Namun, jangan harap superhero ini menumpas kejahatan dengan heroik, menangkap perampok, penculik, pembunuh atau apapun. Silahkan saksikan dan nilai sendiri.

Film ini berdurasi cukup pendek, kurang lebih 1 jam 13 menit. Dengan joke-joke yang agak aneh, mungkin tidak semua orang bisa tertawa terbahak-bahak ketika nonton film ini seperti saya. Cukup recommended, walaupun film ini memang tidak terlalu booming.

-MA-

Tuesday, September 25, 2012

To Kill a Mockingbird



Kategori : Buku
Jenis : Novel
Judul : To Kill a Mockingbird (1960)
Penulis : Harper Lee


To Kill a Mockingbird dan Eksistensialisme

Harper Lee memang hanya membutuhkan “To Kill a Mockingbird” untuk menjadikan namanya abadi, terlepas dari fakta bahwa memang hanya itulah satu-satunya novel yang diterbitkan oleh wanita kelahiran Monroeville, Alabama, 28 April, 84 tahun silam itu. To Kill a Mockingbird telah mendapatkan puluhan penghargaan yang bergengsi. Diantaranya adalah Pulitzer Prize Winning for Fiction tahun 1961 dan masuk Guinness World Record sebagai novel terlaris sepanjang masa. Tidak berhenti di situ, tahun 2007 lalu sang pengarang juga menerima anugerah Presidential Medal of Freedom, penghargaan tertinggi yang dapat diraih oleh masyarakat sipil di Amerika. Kesuksesan novelnya lantas diikuti pula dengan kesuksesan filmnya yang menjadi Box Office pada tahun 1962 serta memboyong 3 piala Oscar.

To Kill a Mockingbird mengangkat begitu banyak tema yang merentang luas dari mulai ketidakadilan rasial, kelas sosial di Amerika, hingga isu personal tentang keberanian dan rasa kasih sayang. Persoalan rasisme yang juga diangkat oleh Harper Lee jarang kita temui di kalangan penulis Amerika, maka tak salah jika Ia selalu dibanding-bandingkan dengan William Faulkner.

Novel ini bercerita tentang sebuah keluarga yang tinggal di kota kecil fiksi Maycomb County, Alabama, di bagian selatan Amerika pada era depresi atau Great Depression sekitar tahun 1940an. Atticus Finch adalah seorang pengacara sekaligus orang tua tunggal dari dua orang anak, Jem dan si bungsu Scout Finch. Atticus merupakan seorang pengacara yang memiliki integritas tinggi terhadap pekerjaannya, hal ini dibuktikan dengan bersedianya Ia membela seorang kulit hitam (Tom Robinson) yang menghadapi tuduhan memperkosa seorang gadis kulit putih. Reaksi keras yang ditunjukan oleh sebagian besar masyarakat di lingkungan sekitarnya karena Ia dianggap membela sampah masyarakat tidak membuat Atticus gentar, apalagi belakangan Ia menemukan fakta bahwa Tom Robinson sebenarnya tidak bersalah.

Eksistensialisme ala Atticus

“Respondeo, Ergo Sum”

“I am in so far I respond not only, but also in so far I accept responsibility for my actions”. –
F. Heinemann

Atticus yang menolak tunduk untuk bergabung dengan suara mayoritas dan populer dari kaumnya bisa kita artikan sebagai wujud manusia yang dalam eksistensinya menemukan peluang untuk aktualisasi diri terus-menerus bukannya sekedar dihanyutkan oleh realitas di sekitarnya. Manusia adalah proses individualisasi dan sosialisasi sekaligus. Di sini Atticus Finch dalam wujud kebersamaan dengan kaumnya yang tidak dapat dihindari, justru mengembangkan dirinya untuk menjadi sebuah pribadi dengan semua sikap dan prinsipnya, personalisasi menegaskan bahwa dalam sosialisasinya, Attius tetap saja menyadari dirinya sebagai individu. Dalam proses personalisasi dan sosialisasi itulah lantas prinsip “Respondeo, Ergo Sum” lebih terasa mendesak. Respondeo Ergo Sum sebagai ciri khas manusia menanggapi dunianya adalah pemberian isi yang bermakna bagi kesadaran dasar eksistensial. Apa yang ditampilkan manusia sebagai respon dalam dan terhadap kebersamaannya (masyarakatnya), adalah sebuah faktor penting untuk mengukuhkan identitasnya. Atticus Finch sadar betul bahwa manusia adalah penanggung jawab atas aktualisasi dirinya sendiri. Seperti halnya ia tidak bisa mempertukarkan eksistensinya dengan manusia lain, begitu pula ia tidak bisa menolak tanggungan akibat segala jawabannya terhadap pengejawantahan dunianya. Begitulah Atticus Finch yang masih bisa mempertahankan kesadaran individunya di tengah derasnya mentalitas kawanan yang mendera.

Ada satu kutipan yang menarik, sebuah perkataan Atticus kepada anaknya yang seharusnya bisa menjadi bahan renungan kita semua: “Aku ingin kau melihat keberanian sejati, alih-alih mendapat konsep bahwa keberanian selalu identik dengan lelaki bersenapan. Keberanian adalah saat kau tahu kau akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan kau merampungkannya, apapun yang terjadi. Kau jarang menang, tetapi kadang-kadang kau bisa menang”. Kata-kata ini adalah sebuah “isbat” terhadap hidup. Kata-kata yang akan selalu mengingatkan kepada kita bahwa hidup bukan hanya cerita tentang kebahagiaan, tapi hidup juga merupakan cerita tentang luka dan penderitaan dan tentu saja “kekalahan”.

-RA-

Wednesday, September 19, 2012

Submarine



Kategori : Film
Judul : Submarine (2010)
Director : Richard Ayoade


Sungguh luar biasa film ini menurut saya. Quirky. Saya suka sekali gaya penceritaannya.

Bercerita tentang Oliver Tate, anak berumur 15 tahun yang ingin menghilangkan keperjakaannya, dan usahanya menghalangi hubungan ibunya dengan mantan kekasihnya yang kembali dekat.

Film ini disutradarai Richard Ayoade. Kalau yang suka nonton serial TV Inggris IT Crowd pasti kenal sama dia. Moss, IT berambut nyentrik yang culun dan kaku itu. Diiringi dengan soundtrack dari Alex Turner (vokalis Arctic Monkeys). Kalau saya tidak salah, Ben Stiller juga terlibat dalam film ini. Dia yang memproduserinya.

Faktor terbaik dari film ini menurut saya adalah tone warna visualnya, angle-angle shotnya, dan editingnya. SUPERB!

-MA-
 

Tuesday, September 18, 2012

Oyasumi Punpun



Kategori : Buku
Jenis : Komik
Judul : Oyasumi Punpun
Writer / Artist : Inio Asano

Manga (Komik Jepang) Inio Asano yang pertama saya baca adalah Solanin. Sejak perkenalan pertama itu saya jatuh cinta pada semua yang Ia tulis. Semua manga yang Asano sensei tulis pasti memiliki karakter yang kuat, cerita realistis dan mayoritas mengenai quarter life problems. Tidak ada robot raksasa, ataupun monster dari planet lain, memberikan perspektif lain terhadap saya akan manga. Baru-baru ini saya mulai membaca Oyasumi Punpun (Selamat tidur Punpun) dan sekali lagi I was blown away.

Punpun adalah siswa SD Jepang yang baru saja mengalami cinta pertamanya. Disaat yang bersamaan ayahnya ditangkap karena KDRT dan ibunya terpaksa dirawat. Punpun akhirnya dirawat pamannya. Disini kita disuguhkan kisah hidup Punpun, bagaimana ia tumbuh, bagaimana ia belajar tentang tantangan hidup, menghadapi cinta pertama, dan tentu saja menjadi dewasa.

Dalam manga ini, Punpun dan keluarganya digambar sebagai burung namun bagi karakter lain Punpun dan keluarganya hanyalah manusia biasa. Bahkan Punpun tidak pernah diberi balon dialog, kita hanya bisa mengerti omongan punpun dari narasi atau tanggapan karakter lain. Dengan menggunakan teknik ini kita bisa menaruh diri kita dalam posisi Punpun, sama seperti kenapa dalam kebanyakan game RPG tokoh utamanya tidak pernah ada dialog. Lalu, seperti biasa gambar Asano sangat memukau dengan background yang sangat detail di tiap panelnya.

Banyak yang ingin saya tuangkan bagi Oyasumi Punpun dalam review ini, namun tidak ada kalimat yang tepat. Saya tertawa dan menangis secara bersamaan saat membacanya. Saya membaca manga ini dengan passion lalu setelah selesai berkontemplasi akan hidup secara umum. Jarang sekali saya menemui manga dengan kekuatan seperti Oyasumi Punpun, dan saya sarankan bagi Anda untuk membacanya.

-DTA-


Featured Games

JuxtaReview © 2014 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com