Kategori: Musik
Artis : Bob Dylan
Album : Blonde On Blonde
Apa saja yang terjadi pada tahun
1966? Star Trek perdana tayang di TV, meningkatkanya konflik di
kawasan Indocina, John Lennon bertemu Yoko Ono di sebuah pameran seni, Presiden Soekarno memberikan kekuasaan
eksekutif kepada Jenderal Soeharto, Walt Disney meninggal, dan Bob Dylan merilis
magnum opus ‘Blonde on Blonde’.
Blonde on Blonde adalah album
terbaik Dylan. Di periode ini (kita bisa membagi perjalanan musik Dylan dalam
beberapa periode, nanti saya bahas kalau tidak malas) dia sudah muak menjadi protest singer dan disebut juru bicara
generasinya. Toh pada awalnya Dylan tidak pernah ingin dianggap bak penyelamat
dunia. Jadi ia menenteng gitar elektrik dan mengumpulkan band pengiring di Newport
Folk Festival. Kejadian tersebut membuat Dylan dianggap pengkhianat musik folk
oleh pendengar dan rekannya. Ia bahkan diteriaki ‘Judas’ saat konser monumental di Inggris yang
dibalas dengan instruksi ke band pengiringnya ‘play it fucking loud’. Akhirnya, Dylan memberi ultimate ‘Fuck You’ pada
semua orang di album ini.
Bila di dua album sebelumnya, 'Highway 61
Revisited' dan 'Bringing It All Back Home' Dylan mulai menyingkirkan citra
penyanyi folk berbekal gitar akustik dan lirik bernada protes, maka di 'Blonde
On Blonde' ia mendorong musiknya lebih jauh lagi. Disini ada rasa New Orleans
Funeral Jazz, blues, rock 'n roll, folk, country. Saya pribadi menjadikan lagu
‘Rainy Day Women’ dan ‘One of Us Must
Know’ menjadi salah dua lagu Dylan favorit saya.
Dylan menyatakan persetan dengan
perang dan protes, everybody must get
stoned!
-DTA-
