Kategori : Musik
Artis :
AKB48
Album :
Kamikyokutachi (2010)
Terkadang beberapa hal
datang dalam jumlah super besar seperti AKB48, sebuah idol group (ingat, mereka bukan girl
band) yang beranggotakan 68 gadis muda. Diproduseri oleh Yasushi Akimoto,
ide
dibalik
penciptaannya adalah untuk menciptakan sebuah idol grup yang memiliki teater sendiri
dan tampil di sana setiap hari, fans akan selalu dapat
pergi dan melihat gadis-gadis
ini menari dan bernyanyi secara langsung hampir tiap hari bahkan bersalaman dengan
mereka.
Akimoto adalah salah
satu orang jepang paling jenius dimuka bumi. Tidak hanya menulis lirik yang
brilian, ia juga dewa dalam bisnis musik. Ia membagi-bagi 68 makhluk imut dalam
tiga sub-kelompok: Tim
A dengan 22 personil, Tim K dan Tim B dengan masing-masing
23 personil. Selain itu juga ada sejumlah anggota ‘magang’, yang disebut kenkyūsei
(trainee). Lineup sering berotasi, ketika ada anggota
yang sudah terlalu tua, mereka "lulus" dari AKB48, sedangkan anggota baru di seleksi
melalui audisi. Memecah
AKB48 menjadi beberapa tim tidak hanya memungkinkan untuk mengurangi
beban pada anggotanya, karena konser harian di teater hanya diberikan oleh satu tim, tetapi
juga memberikan kesempatan untuk
melakukan konser di beberapa tempat dan bahkan negara secara
bersamaan.
Bahkan di jepang sendiri ada sister group
(semacam cabang dalam hemat saya) di 3 wilayah berbeda, bahkan cabang mereka
sampai di Taiwan dan Indonesia!
Sekarang kita bahas
album studio kedua mereka, Kamikyokutachi (Masterpieces). Album ini berisikan 16 lagu, 14 di antaranya telah dirilis
sebelumnya sebagai single. Albumnya sendiri sangat ringan di
kuping, dengan beat-beat dan nada nan
asik, walau saya tidak mengerti apa yang mereka nyanyikan apa dan harus
membuka-buka website yang memuat seluruh lirik AKB48 untuk memahaminya.
Album
ini dibuka dengan River yang meneriakan nama kelompok mereka, dengan ritme yang
terbentuk dari tepuk tangan dan ada sedikit rasa hip-hop. Menurut saya minat
pendengar terhadap sebuah album itu ditentukan dari 1 menit pertama dari track pembuka, dan River mengeksekusinya
dengan baik. Lalu ada Baby! Baby! Baby! Baby! Yang langsung tertanam di otak
setelah sekali dengar. Track-track selanjutnya yang pantas mendapat perhatian
lebih adalah Kimi no koto ga suki dakara, Shonichi dan Sakura no Shiori. Yang
disebut pertama mendapat highlight
akibat gitar solo maut dan tentu saja chorus
yang sempurna. Sedangkan untuk Shonichi coba perhatikan liriknya, maka Anda
akan merasa perjuangan gadis-gadis ini dalam menghibur pria-pria yang
mengangkat-angkat glowstick mereka
dan teriak fire fire. Saya sendiri
sangat suka pada Sakura No Shiori, disini AKB48 menjadi koor anak sekolah yang
entah kenapa mengingatkan saya pada sebuah adegan di film Letters From Iwo Jima
saat sang Jendral mendengarkan kiriman lagu dari kampungnya.
Keindahan
Kamikyokutachi adalah kadang kita tidak perlu
mengerti apa yang mereka nyanyikan untuk ikut bersenandung. Nah, untuk lebih
mendalami AKB48 dengar lagunya saja tidak cukup, Anda harus lihat videonya (khususnya
dimana mereka nari-nari dalam seragam sekolah atau bikini, your choice).
Atau Ingin merasakan sensasi franchise 48? Ya bisa juga mendatangi
teater JKT48 yang kabarnya sedang dibangun di mal terkemuka di Jakarta, dan
bersiaplah terkonversi jadi fans. Ah iya sekedar info, di kover album ada Mayuyu
:3
-DTA-
