Kategori : Musik
Artis : Kuruucrew
Album : Battle Disco (2008)
Dulu, saya selalu menganggap saxophone
sebagai alat musik paling cheesy di
dunia. Hey, jangan salahkan saya. Salahkan Kenny G dan Endless Whisper-nya
George Michael. Namun, Kuruucrew berkata di dunia ini semua alat musik (bahkan
saxophone yang jadi instrumen utama band ini) bisa jadi keren.
Jangan tertipu dengan judul
albumnya. Battle Disco besutan Kuruucrew bukanlah musik jojogetan ala band-band
yang sempat hip awal 2000-an (e.g The Rapture, LCD Soundsystem dll). Saat
mendengarkan album ini, ada baiknya kita tekankan ke kata Battle ketimbang
Disco. Kenapa? Karena musik ini cocok sebagai pengiring perang. Hantaman segala
bebunyian, beat konstan yang monoton
serta permainan musik yang tight
sangat cocok bergandengan dengan suara granat dan senapan mesin.
Kuruucrew dalam esensinya adalah
sebuah band jazz yang berubah haluan jadi band noise rock, mempercepat ritme permainan, mengubah saxophone menjadi
alat pembuat bunyi paling efektif dan menaikan distorsi gitar ke level 11.
Perhatikan lagu ke 3 “Spiritual Breakdown”, yang merupakan track terpendek dengan durasi 3 menit, menyuguhkan teknik bass slapping sepanjang lagu atau 6/4
dengan birama ummm 6/4 yang kurang umum dipakai di musik populer saat ini.
Kuruucrew sukses menciptakan album
yang sangat agresif lagi berisik. Saya selalu berpendapat bahwa semua orang
bisa bermain musik keras atau cepat tapi sedikit yang sukses menciptakan musik
yang berisik tanpa kehilangan arah, dan cuma sekedar bikin telinga berdenging.
Beberapa orang saat mengobrol soal
musik Jepang selalu berbicara soal band-band visual kei yang outdated, idol group atau paling jauh band jazz robot macam Casiopea.
Sebenarnya Jepang adalah salah satu scene
musik termaju di dunia, dan Kuruucrew (dan sejumlah band lainnya) adalah bukti
nyata.
-DTA-