Thursday, August 23, 2012

Japandroids - Celebration Rock

Kategori : Musik
Artis : Japandroids
Album : Celebration Rock (2012)


Perayaan penuh dengan kemeriahan dan suka cita. Tapi dibalik setiap perayaan pasti ada kesedihan. Tidak percaya? Ulang tahun merayakan semakin menuanya diri kita lalu sampai ke masa dimana harus memilih apakah kita harus meninggalkan passion demi uang (percayalah hanya sedikit yang bisa mencari uang dari passion mereka), pernikahan berarti meninggalkan kenyamanan di ketek orangtua dan melaksanakan kehidupan sebagai orang dewasa dengan tanggungjawab yang lebih besar. Semuanya bermuara pada pengorbanan yang dilakukan demi menyambut umur yang tidak lagi muda.

Japandroids mengerti ini, mereka mengerti segala kegelisahan yang menghantui manusia modern saat mencapai usia 20-an. Duo asal Kanada ini merangkai musik yang memiliki semangat anak muda diumur belasan dengan kegelisahan fresh graduate yang berusaha mencari masa depan dengan kerja kantoran yang menjemukan.

CelebrationRock dibuka dengan suara kembang api dan bunyi drum juga feedback gitar yang makin keras, memberi sinyal album ini akan membawa anda slam dancing lalu mengepalkan tangan ke udara. Tapi lalu kita mendengar lirik yang dihantarkan gitaris/vokalis Brian King di lagu The Nights Of Wine And Roses ”Long lit up tonight and still drinking / Don't we have anything to live for/ Well, of course we do, but until it comes true/ We're drinking”. Dari lirik ini saja kita mengerti bahwa mereka orang-orang pesismis yang berusaha optimis. Japandroids mengerti bahwa terkadang sekuat apapun usaha kita untuk mencapai cita-cita tidak akan kesampaian dan kita hanya bisa menunggu.

Lagu-lagu setelah The Nights Of Wine And Roses juga menyimpan cita-rasa yang sama. Tetapi diantara lagu-lagu mengenai libido (Evil’s Sway), perasaan masa muda yang hilang (Younger Us), ada lagu penuh optimisme yang juga menjadi highlight album ini. The House That Heaven Built sangat catchy dengan part ‘oh oh oh’ yang sengaja dimasukan untuk teriak bersama, dan chorus mematikan, “When they love you (and they will) / tell ’em all they’ll love in my shadow / and if they try to slow you down (slow you down) / tell ’em all to go to hell”. Akhirnya perayaan ala Japandroids terasa seperti perayaan sesungguhnya. Setelah lagu itu album ditutup lagu anti-klimatis Continous Thunder dan suara kembang api kembali muncul di penghujung lagu.

Japandroids mengerti tidak perlu notasi-notasi sok galau untuk menyampaikan kegelisahan dan kecemasan. Namun,tanpa lirik-pun kita bisa merasakan kesedihan yang mereka tawarkan dibalik semua distorsi dan dentuman drum tenaga kuda. Hell, album ini lebih depresif dibandingkan seluruh album Sigur Ros digabung (yang kata orang depresif).

Saat ini saya dan mungkin orang-orang seumuran saya sangat bisa mengerti apa yang Japandroids rasakan. Jujur waktu saya 17 saya ingin merasa menjadi orang dewasa dan lepas dari sekolah, orang-orang di sekolah yang brengsek, dan orang tua.Tapi siapa sangka beban menjadi dewasa terlalu besar dan akhirnya terngiang-ngiang lirik “remember when we had them all on the run/ and the night we saw midnight sun/ remember saying things like we'll sleep when we're dead/ and thinking this feeling was never gonna end”. Ternyata masa muda itu terlalu singkat dan perasaan mengenai bebas tanggung jawab berakhir lalu yang tersisa hanya sedikit rasa akan masa lalu.

-DTA-

Featured Games

JuxtaReview © 2014 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com