Artis : Tanguy Ukulele
Orchestra
Saya suka ukulele, suara
ngempring-ngempring manis itu selalu membuat saya tersenyum. Sayang banyak
pengamen yang asal-asalan memainkan ukulele, sehingga nama alat musik hawai via
Portugis ini jadi menurun derajatnya. Ada beberapa musisi seperti Leo Bear
Creek dari Antsy Pants, Jake Shimabukuro (this
dude is awesome!) atau Zach Condon-nya Beirut yang membuat ukulele
terdengar ‘agung’ kembali di kuping saya. Kabarnya Eddie Vedder juga rilis
album ukulele, but I don’t like Pearl
Jam terutama suaranya mas Vedder jadi dia saya skip.
Saya juga sangat suka video game, dan layaknya gamer lain musik dari video game telah menjadi soundtrack hidup saya. Salah satu karya
favorit adalah karya Shoji Meguro di Persona 3 dan 4. Musik dari video game itu lebih dari sekedar lagu
penyemarak Ia menjadi kepingan memori
akan perasaan kita saat memainkan game
tersebut. Contohnya setiap saya mendengarkan lagu pembukaan Suikoden, saya akan
merasa sedikit depresi karena kematian Pahn sehingga gagal mengumpulkan 108
stars of destiny atau musik dari Harvest Moon: Back To Nature membuat saya
ingin melempar timun ke sungai agar si Kappa muncul.
Tanguy Ukulele Orchestra (terinspirasi Tanguy dan
Laverdure kah?)
menyatukan ukulele dengan musik dari ranah video
game. Pria
Perancis ini mengintepretasi ulang lagu tema dari video game populer seperti The Legend of Zelda,
Kid Icarus, Metal Gear Solid,
Double Dragon dan Mega
Man. Musiknya
sendiri ditekankan pada (tentu saja) ukulele juga harmonisasi vokal na-na-na-na-la-la-la-ish. Tanguy
terkadang menyisipkan beberapa blip-blop
khas musik chiptune di beberapa
lagunya, seperti di Legend Of Zelda dan Katamari. Bahkan untuk menyemarakan
suasana ada solo ukulele elektrik.
Kalau suka dengan ukulele dan
video game sangat dianjurkan untuk menyimak musik Tanguy Ukulele Orchestra yang
ia bagikan secara gratis di: http://www.miniclash.com/tuo/. Lalu kita bisa mengenang hal-hal magis yang
dirasakan saat bermain atau dimainkan video game.
-DTA-
